Kamis, 21 April 2016


Perspektif teori lasswel dengan ilmu politik

Herold lasswell merupakan ilmuwan terkemuka di maerika serikat dan seorang pencetus teori komunikasi yang sekarang ini banyak digunakan dikalangan mahasiswan dan dosen dalam mempelajari ilmu komunikasi. Teori model laswell who, say what, in which chanel, to whom, with what effect merupakan unsur-unsur dalam berkomunikasi. Kegiatan politik tidak lepas dari kegiatan komunikasi karena Komunikasi merupakan kunci kesuksesan dalam pencapian poltik.

Pemilihan pilpres pada tanggal 9 april 2014 kemarin merupakan pertarungan politik yang dilakukan oleh dua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dimana dalam dalam pertarungan politik ini yang memengkan adalah pasangan jokowi-jusuf kalla. Sebagai Pemenang pilpres 9 april 2014 pasangan Jokowi-Jk mengunakan kegiatan poltik dengan cara kampanye atau propaganda demi mengapai hati dan simpati rakyat Indonesia. Berbagai janji-janji politik yang diberikan guna mempengaruhi rakyat.

Kampanye yang dilakukan jokowi-jk ialah kampanye terbuka yang artinya kampanyr yang dilakukan dengan cara bertemu langsung dengan masyarakat dan mengkapanyekan dirinya sebagai calon penerus aspirasi rakyat. Cara tersebtu tentulah sangat jitu agar pasangan Jokowi-Jk mendapatkan dukungan dari rakyat. Namun, cara itu masih kurang efektif dikarenakan Indonesia merupakan Negara yang luas. Jokowi-Jk tidak dapat mengkampanyekan dirinya secara langsung disetiap daerah diindonesia. Tentunya ia memilih alternaif lain dengan cara kempanye melalui media elektronik dan media online mengingat antusias msayarakat indoensia terhadap perkembangan media elektronik dan media online sangat besar.

Tentulah berbagai cara kampanye diatas menimbulkan dampak bagi pasangan jokowi-Jk. dimana perolehan suara yang diperoleh pasangan Jokowi-Jk lebis banyak dari pada lawan pasanganya. Kampanye politik merupakan upaya untuk mempengaruhi melalui komunikasi secara langsung maupun media sangat bermanfaat untuk mendapatkan suara rakyat dan mendapatkan kekuasaan.


Melihat dari contoh kasus diatas dapat disimpulkan bahwa dalam teori model laswell “who, say what, in which chanel, to whom, with what effect” mempunyai perspektif dimana Who sebagai pasangan jokowi-Jk,  say what merupakan pesan yang berisi janj-janji program yang akan dijalankan pada masa pemerintahan jokowi jika ia terpilih sebagai presiden. In which chanel atau saluran yang ia gunakan mengkampanyekan dirinya dengan cara bertemu langsung dengan rakyat dan juga berkampanye melalui media TV dan Online. To whom atau kepada siapa? Tentu yang dimaksud dari contoh kasus diatas ialah rakyat.  With what effect atau dampak yang didapatkan dengan cara berkempanye ialah demi mendapat dukungan atau suara rakyat. 

Kamis, 07 April 2016

Ilmu politik

Haruskah sistem pemerintahan indonesia di ubah?

        Setiap negara mempunyai sistem pemerintahan untuk menjalankan kehidupan negara. Sistem pemerintahan adalah cara pemerintah dalam mengatur semua yang berkitan dengan pemerintah guna menjaga kestabilan negara. Didunia ini, beberapa sistem pemerintahan yang diterapakan antara lain sistem pemerintahan parlemen, presidensial, dan refendum. Sistem pemerintahan yang paling banyak di terapapkan beberapa negara ialah sistem pemerintahan presisdensial. 

     Indonesia salahsatunya, Indonesia menerapakan sistem pemerintahan Presidensial. Dimana negara dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden yang dipilih oleh rakyat dengan masa jabatan 5 tahun. Sistem pemerintahan Presidensial menganut aturan para menteri merupakan pembantu presiden yang diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab juga kepada presiden. 

        pemerintah mempunyai visi untuk mensejahterakan rakyat. Namun jika kita menengok sekarang ini apakah indonesia sudah sejahtatera?. Tentu belum. Angka kemiskinan di indonesia masih tiinggi, tingkat pendidikan masih lemah. Tentu hal itu jauh dari kata kesejateraan. Lantas apa yang salah dari sistem pemerintahan ini? Mengapa indonesia belum sejahtera selama lebih dari 70 tahun sejak indonesia merdeka. 

        Ditinjau dari sistem pemerintahan presidensial menganut asas demokrasi . jadi setiap setiap masyarakat bebas mengemukakan pendapatnya. Namun sayangya, walaupun negara ini negara demokrasi, namun pemerintah seakan-akan tutup telinga dengan anspirasi yang di kemukakan oleh rakyat. Sehingga masyarakat mulai berdisifat apatis pada pemerintah. 

        Jadi, bukan sistem pemerintahan kitalah yang harus diganti namun aparat negara lah yang menghianati kepercayaan rakyat dan mementigkan dirinya sendiri. Sistem pemerintahan indonesia sudah sagat baik ialah sistem pemeerintahan presidensial yang menganut asas demokrasi pancasila walaupun sistem ini mempunyai kekurangan tersendiri yaitu Kekuasaan eksekutif (presiden) diluar pengawasan langsung badan legislatif sehingga sangat memungkinkan dapat menciptakan kekuasaan yang mutlak pada eksekutif. Namun itu tidak menjadi masalah apabila pemerintah menjaga amanat dan kepercayaan rakyatnya. 

      Seperti yang dikatakan presiden jokowi, perlu adanya revolusi mental dimana pejabat birokrasi negara harus mengubah mindset mereka yang mana kebijakan tidak merugikan rakyat. Para pemimpin indonesia yang harus di perbaiki. Setelah pemimpin itu sudah baik dan dapat melayani masyarakat dengan baik barulah rakyat yang harus diperbaiki agar rakyat dapat berpikir kreatif dan mengikuti kebijakan pemeritah dengan baik. ketika semua itu terwujud dimana pemerintah dan rakyat mempunyai korelasi yang baik, mungkin akan tercapai yang dinamakan kesejateraan.


Moh uswang
B 501 15 090

Pages